Tata Cara Wudhu Yang Benar Untuk Wanita

Tata Cara Wudhu Yang Benar Untuk Wanita

Posted on

Tata Cara Wudhu Yang Benar Untuk Wanita – Wudhu ialah membasuh anggota bagian tertentu yang sudah di tetapkan dari anggota tubuh dengan menggunakan air sebagai persiapan bagi seorang Muslim/Muslimah untuk melaksanakan ibadah shalat. Allah swt. memerintahkan dan menetapkan bagian-bagian anggota tubuh yang wajib di basuh dalam berwudhu.

Bagaimana Tata Cara Wudhu Yang Benar Untuk Wanita ?

Kewajiban berwudhu

Merupakan hal yang sudah diwajibkan bagi setiap Muslim/Muslimah. Terdapat tiga dalil yang menguatkan tentang kewajiban berwudhu yaitu : Yang pertama QS. Al-Ma’idah : 6

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai ke siku. Kemudian sapulah kepala kalian dan kaki kalian sampai pada kedua mata kaki.”

Yang kedua ialah Hadits Rasululloh yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, sabda Rasul saw. :

“Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kalian apabila berhadats, sehingga ia berwudhu.” (HR. Al-Bukhari,Muslim, Abu Daud, dan At-Tarmidzi).

Yang ketiga ialah ijma’ para ulama yang menetapkan kewajiban berwudhudari sejak Rasululloh saw. dari sekarang hingga akhir nanti.

Keutamaan berwudhu

Beberapa hal keutamaan dalam berwudhu yaitu

  • sebagai penghapus dosa-dosa kecil.
  • senantiasa dalam kondisi/keadaan suci dari najis dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

Jika seorang Muslim/Muslimah dalam keadaan sudah berwudhu, ketika ia membasuh muka, maka akan keluar dosa yang sudah dilihat oleh kedua matanya seiring dengan tetesan air yang mengalir hingga tetesan terakhir.

Kemudian ketika seorang muslim/muslimah berkumur, maka keluarlah dosa-dosa yang sudah di lakukan oleh mulutnya. selanjutnya ketika ia memasukkan air ke hidung, maka berguguran lah kesalahan atau dosa-dosa dari hidungnya.

Selanjutnya membasuh wajah, maka akan berguguran pula kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh wajah, sehingga kesalahan yang pernah di lakukan akan keluar dari bawah tempat bulu mata.

Lalu dengan membasuh tangan, maka akan keluar dosa-dosa dari kedua tangan, dan keluar dari sela-sela jari serta celah kuku-kukunya.

Begitu selanjutnya jika ia mengusap kepala, berguguran dosa-dosa yang keluar dari kepala serta kesalahan-kesalahan dari kedua telinga.

Berikutnya membasuh kedua kaki, akan keluar pula dosa dari kedua kaki, yang di sertai keluarnya kesalahan-kesalahan dari kuku kedua kaki. Lalu perjalanannya menuju ke masjid serta shalat yang ia dirikan akan mendapat nilai ibadah sendiri.

Fardhu wudhu

Dalam hal ini wudhu memiliki aturan yang sudah ditertibkan sesuai dengan urutan, yang sering disebut dengan Rukun. Dan jika salah satu diantaranya tertinggal , maka wudhu yang ia lakukan akan menjadi tidak sah secara syari’at.

Berikut adalah fardhu wudhu tersebut

  • Niat, akan tidak sah jika wudhu tidak disertai dengan niat. Dan merupakan sebuah kemauan serta keinginan hati untuk berwudhu, sebagai wujud menaati perintah Allah swt.
  • Membasuh wajah dari bagian atas dahi sampai bagian bawah dagu serta bagian telinga bawah sampai bawah telinga yang lain.
  • Membasuh kedua tangan sampai ke siku.
  • Mengusap kepala atau sering disebut dengan membasahi kepala dengan air.
  • Membasuh kedua kaki hingga mencapai kedua mata kaki.
  • Tertib, di sini dimaksudkan yaitu urutan dalam membasuh anggota tubuh.
  • Berwudhu sekali dalam satu waktu.

Langkah cara wudhu?

Hal-hal yang berkaitan dengan wudhu dalam Tata Cara Wudhu Yang Benar Untuk Wanita

Pertama :
Apabila terdapat jumlah anggota tubuh wudhu lebih dari biasanya, maka tetap terhitung wajib untuk mambasuhnya bersamaan dengan anggota tubuh yang lainnya. Contohnya jari-jemari.

Kedua :
Jika pada tubuh ada daging yang tumbuh pada sebagian anggota tubuh wudhu dan sebagian bukan anggota wudhu, maka hanya bagian anggota tubuh wudhu saja yang harus tetap dibasuh sesuai fardhu wudhu, lalu untuk sebagian yang lain tidak perlu untuk di basuh.

Ketiga :
Perihal tentang mebasuh kepala atau mengusap sebagian kepala, merupakan dua hal yang berbeda, jika kita sudah membasuh kepala maka tidak perlu lagi untuk melakukan usapan pada sebagian kepala, karena basuhan pada kepala merupakan bentuk dari thaharoh.

Hukum wudhu

jika membiarkan sebagian anggota tubuh wudhu tidak terkena air, maka ia wajib untuk mengulang wudhunya kembali.

Sunnah wudhu

merupakan ketetapan dari Rasululloh saw. baik secara ucapan ataupun perbuatan. Diantaranya sunnah tersebut yaitu :

  1. Membaca basmalah.
  2. Mencuci kedua telapak tangan hingga tiga kali.
  3. Bersiwak dapat dilakukan dengan jari telunjuk jika tidak memiliki siwak dari kayu atau dengan cara bersikat gigi, tetapi disarankan bersiwak sebaiknya menggunakan kayu yang sudah di sunnahkan karena manfaatnya dapat memperkuat gusi, mencegah sakit gigi, melancarkan buang air kecil serta menyehatkan pencernaan. Terdapat empat kesempatan dalam bersiwak : Menghilangkan bau mulut, bangun dari tidur, hendak melaksanakan ibadah shalat, serta hendak membaca Al-Qur’an.
  4. Berkumur-kumur hingga tiga kali dengan cara memasukkan air ke dalam mulut kemudian menggerakkannya.
  5. Istinsyaq dan Istintsar tiga kali. Istinsyaq yaitu menghirup air ke dalam rongga hidung, lalu kemudian Istintsar yaitu mengeluarkan airnya dari dalam hidung.
  6. Membersihkan sela jari ketika melaksanakan wudhu, serta menggerakkan perhiasan yang menempel pada tangan atau jari agar menjadi benar-benar sempurna wudhunya.
  7. Berikutnya adalah mendahulukan yang sebelah kanan baik dalam membasuh tangan atau kaki. h. Mengusap telinga merupakan termasuk bagian yang disunnahkan dalam berwudhu, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasululloh yaitu bagian luar dan dalam telinga.
  8. Memperluas basuhan dahi, lengan dan kaki maksudnya ialah membasuh ketiga anggota tubuh wudhu tersebut harus melebihi batas yang sudah ditentukan.
  9. Membaca doa. Disunnahkan setelah selesai melakukan rangkaian gerakan wudhu yaitu untuk membaca berdoa sebagai berikut :

Hal-hal yang membatalkan wudhu

antara lain :

  1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan kotoran baik disengaja ataupun tidak disengaja, sedikit atau bahkan banyak.
  2. Tidur di bagi menjadi tiga kategori :
    – Tidur dengan telentang dapat membatalkan wudhu baik waktu sebentar atau lama.
    – Tidur bersandar dalam waktu yang lama akan menyebabkan batalnya wudhu.
  3. Pingsan. Para ulama bersepakat mewajibkan bagi seseorang untuk berwudhu setelah sadar dari pingsan.
  4. Tidur dalam shalat, maksudnya ialah tidur dalam keadaan mendirikan shalat. Baik ketika berdiri, ruku’ ataupun sujud. Dalam hal ini terdapat tiga pendapat :
    Imam Asy-Syafi’i : “beliau mengatakan tidur dalam keadaan shalat dapat membatalkan wudhu.
    Abu Hanifah mengatakan bahwa tertidur dalam keadaan shalat itu tidak dapat membatalkan wudhu.
    Imam Ahmad terdapat persamaan antara berdiri dengan duduk, sama-sama mempersempit keluarnya kotoran dari dua jalan.
  5. Duduk bersandar, jika seorang muslim/muslimah dalam keadaan lalai yang panjang dengan duduk bersandar maka ia diwajibkan untuk memperbaharui wudhunya kembali.
  6. Murtad ialah seseorang yang menyatakan kekufurannya dan ini menyebabkan batalnya wudhu, dan Tayamum serta musnahnya seluruh amalannya karena ia keluar dari agama islam.
  7. Muslim/muslimah yang menyentuh kemaluan dengan sengaja.

Sunnahnya setelah berwudhu

Sunnahnya setelah berwudhu adalah melaksanakan shalat sunnah dua raka’at baik pada waktu siang ataupun malam hari.

Hal-hal yang dimakruhkan dalam berwudhu

  1. Berwudhu di tempat yang mengandung unsur najis.
  2. Membasuh atau mengusap anggota tubuh wudhu lebih dari tiga kali.
  3. Boros dalam penggunaan air. d. Berwudhu dengan nenggunakan sisa air wudhu.

Kaifiyat Tata Cara Wudhu Yang Benar Untuk Wanita

  • Berniat dalam hati.
  • Membaca bismillah dan alhamdulillah.
  • Membasuh tangan hingga pergelangan tangan sampai tiga kali.
  • Berkumur-kumur sebanyak tiga kali.
  • Bersiwak.
  • Istinsyaq dan Istintsar atau menghirupkan dan mengeluarkan air dari dalam dan di keluarkan dari rongga hidung sebanyak tiga kali. kecuali dalam keadaan puasa.
  • Membasuh atau mencuci wajah sebanyak tiga kali dari tumbuh rambut kepala sampai bawah dagu dan dari bagian bawah telinga kanan sampai bagian bawah telinga sebelah kiri.
  • lalu membasuh tangan kanan sampai ke siku tiga kali, begitu juga sebaliknya yang sebelah kiri. Serta menyela-nyela diantara jari jemari dan menggerakkan pergelangan tangan jika menggunakan perhiasan baik gelang maupun cincin.
  • Kemudia usap kepala secara menyeluruh atau seperempat kepala pada bagian depan kepala.
  • selanjutnya membasuh kaki sebelah kanan sampai pada mata kaki sebanyak tiga kali, begitu juga dengan sebelah kiri sampai pada mata kaki.
  • Setelah melaksanakan rangkaian urutan wudhu maka urutan berikutnya adalah Doa.

Hal-hal yang tidak membatalkan wudhu

diantanya adalah keragu-raguan yang timbul dalam berwudhu hal ini tidak menyebabkan batalnya wudhu. Kemudian keluarnya darah bukan dari dua jalan pembuangan kotoran hal ini tidak menyebabkan batalnya wudhu. Lalu muntah juga tidak termasuk dalam perkara yang membatalkan wudhu, baik muntah tersebut berjumlah sedikit atau banyak.

Amalan sunnah setelah wudhu

Amalan yang ketika sudah selesai mengerjakannya disunnahkan untuk berwudhu yaitu :

  • Setelah selesai memandikan mayat maka disunnahkan untuk melakukan wudhu baik mayatnya anak kecil maupun dewasa, muslim maupun nonmuslim.
  • Muslimah yang mengalami mustahadhah yaitu muslimah yang secara terus menerus mengeluarkan darah pada hari-hari selain masa haid. Maka muslimah yang demikian diwajibkan untuk berwudhu setiak kali akan melaksanakan shalat.

Amalan yang wajib wudhu

Amalan yang mewajibkan untuk berwudhu adalah

  • a. Shalat, wudhu menjadi wajib hukumnya jika seseorang hendak melaksanakan shalat , baik shalat fardhu, sunnah ataupun shalat jenazah.
  • b. Thawaf adalah laksana shalat, maka sebelum hendak melaksanakannya diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

Mengenai muslimah terhadap Al-Quran.

Muslimah tidak boleh menyentuh AL-Qur’an ketika dalam keadaan dua hal :
1. Sedang dalam masa haid dan nifas.
2. Sedang dalam keadaan hadats besar, hadats besar yang dimaksud ialah diakibatkan hubungan badan antara suami dan istri.

Amalan yang disunnahkan dengan mendahulukan wudhu.

Beberapa hal yang jika ingin mengerjakannya disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu yaitu :

  • Hendak menyebut nama ALLAH swt.
  • Disaat ingin pergi tidur.
  • Disunnahkan berwudhu bagi muslim/muslimah dalam keadaan junub,
    • jika hendak berhubungan badan kembali baik suami/istri.
    • Ketika hendak makan dan minum dalam keadaan junub maka di sunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu.
  • Dan ketika Hendak pergi tidur dalam keadaan junub, maka disunnahkan berwudhu untuk terlebih dahulu.
  • Memperbaiki wudhu. JIka hendak menerapkan sunnah Rasululloh saw. maka hendaknya berwudhu terlebih dahulu setiap kali hendak mendirikan shalat sekalipun ia dalam keadaan suci atau tidak berhadats.

Boleh menyentuh kitab

selain daripada kitab Al-Qur’an meskipun masih dalam keadaan junub, contoh kitabnya adalah diantaranya kitab fiqih, kitab tafsir dan kitab-kitab lainnya.

Larangan beramalan dalam keadaan junub

Muslim/muslimah yang dalam keadaan junub dilarang mengerjakan amalan. Diantaranya amalan yang diharamkan adalah :

  1. Shalat.
  2. Thawaf.
  3. Menyentuh dan membawa Al-Qur’an.
  4. I’tikaf atau berdiam diri di dalam masjid

Keadaan junub diperbolehkan

Bagi muslim/muslimah yang sedang junub diperbolehkan membaca Al-Qur’an tetapi tidak menyentuh dan membawa mushaf Al-Qur’an itu sendiri, dengan bantuan orang lain untuk membalikkan halaman demi halaman dari Al-Qur’an.

Akhir Kata

Demikianlah Penjelasa tentang Tata Cara Wudhu Yang Benar Untuk Wanita semoga dapat menambah wawasan dan ilmu anda dan saya berharap semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa baca juga Cara Bertayamum Yang Benar

Baca Juga:  Haid