Peran Guru Dalam Pembelajaran 2021

Posted on
https://petramas.co.id/

Pengertian Peran Guru

Petramas.co.id – Pendidik adalah orang yang bertugas mendidik, kata Mendidik sendiri berarti memelihara dan memberi pelatihan( ajaran,pimpinan )menyangkut akhlak dan kecerdasan pikiran.

Dalam Hal ini akhlak memiliki arti budipekerti atau kelakuan.Maka dengan denikian pendidik terlibat dalam pembentukan sikap dan tingkah laku seseorang.

Maka Upaya mendewasakan orang yang meliputi moral (akhlak) dan kecerdasan fikiran maka tidak hanya di lakukan di dalam kelas saja,

Ini artinya Guru pendidik agama islam sangat bertanggung jawab dalam menjalankan perannya,meskipun diluar jam mengajarnya.

Macam-Macan Peran Guru

https://petramas.co.id/

Kemudian dapat juga dilihat setidaknya ada 19 peran guru yaitu guru sebagai:

  1. Pendidik
  2. Pengajar
  3. Pembimbing
  4. Pelatih
  5. Penasehat
  6. Pembaharu(innovator)
  7. Model dan Teladan
  8. Pribadi
  9. Peneliti
  10. Pendorong
  11. Kreaktifitas
  12. Pembangkit Pandangan
  13. Pekerja Rutin
  14. Pemindah kemah
  15. Pembawa Kriteria
  16. Aktor Emansipator
  17. Evaloator
  18. Pengawet
  19. Kulmitator

Dari 19 peran guru di atas maka dibawah ini akan kami jelaskan 9 peran saja yang minimal Guru ketahui:

1. Guru Sebagai Pendidik

https://petramas.co.id/

Guru juga di sebut Pendidik yang menjadi panutan,tokoh dan yang melaksakan identifikasi bagi para peserta didik,dan dilingkungannya.

Oleh karena itu guru juga harus memiliki standar kuwalitas pribadi yang baik.yang tentunya mencakup tanggung jawab,wibawa,mandiri dan disiplin.

Berkaitan dengan tanggung jawab,guru wajibmengetahui sertamemahami nilai,norma moral dan sosial,serta harus berprilaku dan berbuat sesuai dengan nilai norma tersebut.

Guru juga wajib bertanggung jawabterhadap semua tindakan dalam pembelajaran di sekolah,dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berkenaan dengan wibawa seorang guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai-nilai spiritual,emosional,moral,dan intlektual dalam kepribadianya sehari-hari.

Dan juag harus memiliki ilmu pengetahuan,teknologi,dan seni yang sesuai dengan bidang yang di kembangkannya.sehingga wibawa seorang guru tetap terjaga dan di hormati.

2. Guru Sebagai Pengajar

sejak ada kehidupan maka sejak itu juga seorang guru juga telah melaksanakan pembelajaran,memang hal ini merupakantugas tanggung jawab seorang guru.

Baca Juga:  Fitur Google Chrome Tersembunyi,Jarang Digunakan

Guru berperan menbantu peserta didik pada masa perkembangan untuk mempelajari hal-hal yang belum ia ketahui,berkopetensi dan memahami materi yang diajarkan.

Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor:

  • Seperti motivasi
  • Kematangan
  • Hubungan peserta didik dengan guru
  • Kemampuan verbal
  • Tingkat kebebasan
  • Rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi.

apabila semua faktor di atas di laksanakan,maka melalui pembelajaran peserta didik belajar dengan baik.dan guru juga berusaha memberikan metode terbaik.

3. Guru Sebagai Pembimbing

Guru juga diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan(Guide),yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman untuk bertanggung jawab atas mulusnya perjalanan tersebut.

Maka dalam hal itu,difinisi perjalanan tidak hanya menyangkut fisik akan tetapi juga menyangkut perjalanan mental,emosianal,kreaktifitas moral,dan spriritualnya.

Sebagai seorang pembimbing,maka guru harus merumuskan tujuanya secara jelas,menentukan waktu perjalanan yang akan di tempuh,memnggunakan petunjuk perjalanan,serta menilai kelancarannya.

Semua itu dilakukan berdasarkan kerjasama yang baik dengan peserta didik, tetapi guru memberikan pengaruh utama dalam setiap aspek perjalanan. Sebagai pembimbing, guru memiliki berbagai hak dan tanggung jawab dalam setiap perjalanan yang direncanakan dan dilaksanakannya.

Berdasarkan ilustrasi diatas, dapat disimpulkan bahwa sebagai pembimbing perjalanan, guru memerlukan kompetensi untuk melaksanakan empat hal berikut:

Guru harus merencakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Tugas guru adalah menetapkan apa yang telah dimiliki oleh peserta didik.

  1. Dalam setiap hal peserta didik harus belajar, untuk itu mereka harus memiliki pengalaman dan kompetensi yang dapat menimbulkan kegiatan belajar
  2. Guru harus memaknai kegiatan belajar. Hal ini mungkin merupakan tugas yang paling sukar tetapi penting. Karena guru harus memberikan kehidupan dan arti terhadap kegiatan belajar seperti.
    • Bisa jadi pembelajaran direncanakan dengan baik,
    • dilaksanakan secara tuntas dan rinci, tetapi kurang relevan, kurang hidup, kurang bermakna, kurang menantang rasa ingin tau, dan kurang imaginatif.
  3. Guru harus melaksanakan penilaian. Dalam hal ini, diharapkan guru dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
    • Bagaimana pesertadidik membentuk kompetensi?
    • Bagaimana peserta didik mencapai tujuan?
    • Jika berhasil, mengapa dan jika tidak berhasil mengapa?
    • Apa yang bisa dilakukan di masa mendatang agar pembelajaran menjadi sebuah perjalanan yang lebih baik?

4. Guru Sebagai Pelatih

  • Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
  • Hal ini lebih ditekankan lagi karena tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi yang dikembangkan sesuai dengan materi standar.
  • Oleh karena itu, guru harus berperan sebagai pelatih, yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompentensi dasar, sesuai dengna potensi masing-masing.
  • Pelatihan yang dilakukan, di samping harus mempertahankan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu mempertahankan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya.
Baca Juga:  Haid

5. Guru Sebagai Penasehat

Banyak guru cenderung menganggap bahwa konseling terlalu banyak membicarakan klien, seakan-akan berusaha mengatur kehidupan orang, dan oleh karenanya mereka tidak senang melaksanakan fungsi ini.

Padahal menjadi guru pada tingkatannya berarti menjadi penasehat dan menjadi orang kepercayaan, kegiatan pembelajaran pun meletakkannya pada posisi tersebut.

Peserta didik akan menemukan sendiri dan secara mengherankan, bahkan mungkin menyalahkan apa yang ditemukannya, serta akan mengadu kepada guru sebagai orang kepercayaannya.

Makin efektif guru menangani setiap permasalahan, makin efektif guru menangani setiap permasalahan, makin banyak kemungkinan peserta didik berpaling kepadanya untuk mendapatkan nasihat dan kepercayaan diri.

6. Guru Sebagai Model Dan Teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Secara teoristis, menjadi teladan merupakan bagian integral dan seorang guru, sehingga menjadi guru berarti menerima tanggung jawab untuk menjadi teladan.

Memang setiap profesi mempunyai tuntunan-tuntunan khusus, dan karenanya bila menolak berarti menolak profesi itu.

Pertanyaan yang timbul adalah apakah guru harus menjadi teladan yang baik di dalam melaksanakan tugasnya maupun benar bahwa guru harus bisa menjadi teladan di kedua posisi itu, tetapi jangan sampai hal tersebut menjadikan guru tidak memiliki kebebasan sama sekali.

7. Guru sebagai pendorong kreatifitas

Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran,guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreativitas tersebut.Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri aspek dunia kehidupan sekitar kita.

Sebagai orang yang kreatif, guru menyadari bahwa kreatifitas merupakan yang universal dan oleh kesadaran itu. Ia sendiri adalah seorang aktor dan motivator yang berada di pusat proses pendidikan.

Kreatifitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.

Baca Juga:  apk video yandex rusia

Sebagai orang yang kreatif, guru menyadari bahwa kreatifitas merupakan yang universal dan oleh kesadaran itu. Ia sendiri adalah seorang kreator dan motivator yang berada di pusat proses pendidikan.

Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan ciri aspek dunia kehiodupan di sekitar kita. Kreatifitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.

8. Guru sebagai emansipator

Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati, setiap insan, dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan, ketika masyarakat membicarakan rasa tidak senang kepada peserta didik tertentu, guru harus mengenal kebutuhan peserta didik tersebut akan pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dan “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan, dan dari perasaan tertolak dan rendah diri.

Dalam hal ini, guru harus mampu melihat sesuatu yang tersirat di samping yang tersurat, serta menntukan kemungkinan pengembangannya. Untuk memiliki kemampuan melihat sesuatu yang tersirat, perlu memanfaatkan pengalaman selama bekerja, ketekunan, kesabaran dan tentu saja kemampuan menganalisis fakta yang dilihatnya, sehingga guru mampu mengubah keadaan peserta didik dan status “terbuang” menjadi “dipertimbangkan” oleh masyarakat.

Guru telah melaksanakan fungsinya sebagai emansifator, ketika peserta didik yang menilai dirinya sebagai pribadi yang tak berharga, merasa dicampakkan orang lain atau selalu di uji dengan pribadi yang percaya diri. Ketika peserta didik hampir puas, diperlukan ketelatenan, keuletan dan seni memotivasi agar timbul kembali kesadaran, dan bangkit kembali harapannya.

9. Guru sebagai evaluator

Evaluasi atau penelitian meripakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap penilaian.

Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, karena penilaian merupakan proses menetap kualitas hasil belajar, atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik.