10 macam macam najis

10 macam macam najis

Posted on

Macam macam najis – Najis adalah sesuatu yang diharamkan oleh umat islam untuk disentuh sehingga dengan najis itu manusia diwajibkan untuk bersuci sebalum melaksanakan ibadah sholat, karena syarat syah sholat adalah bersih dari najis dan hadas

Pembahasan itu sudah kita kupas tuntas pada partikel Macam Macam Thaharah sehingga anda tinggal mempelajarinya saja.

Pengetian Macam-macam Najis

10 macam macam najis Ialah bentuk kotoran yang setiap muslim/muslimah diwajibkan untuk membersihkan diri darinya atau bagian yang terkena najis. Dalam firman Allah swt. : “Dan bersihkanlah pakaianmu”.(Al-Muddatsir :4)

Dalam firman Allah swt. juga menjelaskan :”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”(Al-Baqarah: 222)

.

10 macam macam najis
Sumber : Google

Jenis-jenis macam macam najis

  1. Najis Mukhaffafah (Ringan)
  2. Najis Mutawassitah (Sedang)
  3. Najis Mughalladah (Berat)
  4. Najis yang Dimaafkan (Ma’fu)

.

Macam Macam Najis

Beberapa hal yang dihukumi najis yaitu dan berikut 10 Macam Macam Najis :

Anjing

Merupakan hewan yang dihukumi najis. Jika sesuatu benda atau barang terkena liur anjing, maka harus wajib dicuci sebanyak tujuh kali dengan air, salah satunya dengan tanah bersih. Hal ini diperkuat dengan hadits Rasululloh saw. :”Apabila ada anjing menjilati bejana salah seorang di antara kalian, maka hendaklah ia mencucinya sebanyak tujuh kali dengan air dan campurilah dengan tanah, untuk yang kedelapan kalinya.”(Muttafaqun Alaih)

Sebab dibersihkannya bekas jilatan anjing, karena najisnya terletak pada mulut dan air liurnya. Untuk bulu dari anjing sendiri suci, jika dalam keadaan kering.

.

Babi

Yang merupakan hewan secara keseluruhannya dihukumi najis. Firman Allah swt yang berkaitan tentang hal ini : “Diharamkan bagi kalian (makanan) bangkai, darah, daging babi.”(Al-Ma’idah :3)

Baca Juga:  Macam Macam Thaharah

Maka hendaknya para muslim/muslimah wajib mengetahui, bahwa sesuai dengan kesepakatan para ulama mengatakan jika babi itu najis.

.

Hewan Jalalah (liar)

Yang dimaksudkan dari jalalah ialah hewan liar yang memakan kotoran, baik kotoran ayam, kambing, sapi dan lain sebagainya, sehingga hewan tersebut menjadi berbau. Semua yang keluar dari hewan tersebut merupakan najis. Baik dagingnya, air susunya, tidak boleh dikonsumsi, bahkan tidak boleh dijadikan tunggangan.

Hal ini diperkuat dengan hadits Rasululloh saw. Dari Umar bin Syu’aib :”Rasululloh saw. melarang memakan daging keledai peliharaan dan juga hewan jalalah yang dilarang menunggangi serta memakan dagingnya.”(HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Abu Dawud)

.

Khamr

Para jumhur ulama menghukumi khamr sebagai najis. Adapula sekelompok ulama menyatakan bahwa pada dasarnya khamr itu suci. Najis di sini merupakan pengertian maknawi, yang jika menyentuhnya tidak di hukumi sebagai najis. Dikarenakan itu merupakan perbuatan setan yang menimbulkan perselisihan, permusuhan dan kebencian serta melupakan untuk berdzikir kepada Allah swt.

Imam Ash-Shan’ani mengatakan :”Yang benar ialah hukum pokok semua kewajiban ialah suci, sedangkan yang haram belum tentu najis. Hasyisy (opium) itu haram, tetapi suci. Dengan kata lain yang najis sudah barang tentu haram, tetapi tidak semua yang haram itu najis.

Hukum najis berlaku pada sesuatu dalam hal ini ialah larangan menyentuhnya, dalam bentuk apapun.

.

Wadi

Wadi Merupakan cairan kental yang biasanya keluar setelah seseorang selesai buang air kecil (kencing). Wadi ini di hukumi najis, serta harus disucikan sama halnya dengan kencing, tetapi tidak wajib mandi. Terdapat hadits yang memperkuat pendapat ini. Dari Aisyah Ra.

Berkata : “Wadi itu keluar setelah proses kencing selesai. Untuk itu hendaklah seorang muslim/muslimah mencuci kemaluannya (setelah keluar wadi) an berwudhu serta tidak diharuskan mandi.”(HR. Ibnu Mundzir)

Baca Juga:  Pengertian agama secara umum

.

Madzi

Madzi Ialah cairan bening sedikit kental yang keluar dari saluran kencing ketika sedang bercumbu atau ketika nafsu syahwat terangsang. Dalam hal ini baik laki-laki maupun perempuan sama-sama mengalami, tetapi untuk perempuan jumlahnya lebih banyak.

Dan terkadang proses keluarnya madzi seseorang tidak merasakannya. Dari Ali bin Ai Thalib menceritakan :”Aku ini seorang laki-laki yang sering mengeluarkan madzi. Lalu aku menyuruh seseorang untuk menanyakan hal ini kepada Nabi, karena aku malu, sebab putrinya adalah istriku.

Maka orang yang disuruh itu pun bertanya dan beliau menjawab: Berwudhulah dan cuci kemaluanmu!”(HR. Al-Bukhari dan lainnya)

.

Kencing dan Muntah Manusia

Keduanya merupakan najis yang telah disepakati oleh para ulama. Rasululloh memperingatkan supaya menghindarinya, beliau juga bersabda :”Bersucilah dari kencing, karena pada umumnya adzab kubur itu didapat dari sebab air kencing.”

Tetapi beliau memberi keringanan terhadap kencing yang keluar dari kemaluan seorang bayi yang hanya meminum air susu ibu. Sedangkan untuk bayi yang sudah memakan makanan selain asi, maka tidak ada perbedaan terhadap pendapat masalah ini.

.

Darah

Dalam hal ini yang dimaksud ialah darah haid. Pendarahan yang di alami seorang wanita hamil, nifas maupun darah yang mengalir, seperti darah hewan yang di sembelih. Para ijma’ ulama menyatakan bahwa darah yang demikian adalah najis, tetapi dimaafkan apabila terkena sedikit saja.

Kemudian keringanan pada nanah, darah dari pecahnya bisul, serta darah kutu. Dalam hal ini diharapkan kita dapat menghindarinya, karena pada dasarnya islam merupakan agama yang menjunjung tinggi akan kesucian/kebersihan.

.

Bangkai

Bangkai di sini maksudnya adalah setiap hewan yang mati tanpa penyembelihan sesuai yang disyari’atkan oleh agama islam. Sebagai mana Firman Allah Subhanahu wata ngala:” dan di haramkan bagi kalian (memakan) bangkai.” (Qs. AL-Maidah: 3)

Baca Juga:  Cara Bertayamum Yang Benar

Ada beberapa bangkai yang diperbolehkan untuk dikonsumsi di antaranya :

  1. Bangkai ikan dan belalang
  2. Bangkai yang tidak memiliki darah
  3. Tulang, tanduk dan bulu bangkai yang keseluruhannya adalah suci. Untuk kulit bangkai hukumnya tetap suci jika sudah disamak (dikeringkan).
  4. Hati dan limpa merupakan darah beku hewan yang halal dimakan dan yang disembelihsesuai dengan syari’at islam.

.

Sisa Air Minum

Air yang dimaksud dalam hal ini adalah air sisa dalam tempat air minum dan merupakan sisa minum dari anjing dan babi. Kedua hewan ini merupakan hewan yang najis wajib dihindari. Selain dari kedua hewan ini sisa air minumnya dianggap suci, serta dapat digunakan untuk berwudhu. Di antaranya hewan-hewan yang di perbolehkan sisa air minumnya digunakan untuk berwudhu :

  1. Bighal
  2. Keledai
  3. Kucing

Untuk sisa air minum orang, baik muslim maupun non muslim, sedang dalam keadaan junub atau sedang haid, atau juga dalam keadaan nifas sisa air minum tersebut dihukumi suci.

Baca Juga :

.

Cara membersihkan Najis

10 macam macam najis
Sumber : Google

10 macam macam najis diatas adalah dengan cara :

Jika Najis itu termasuk Najis Mukhaffafah (Ringan) maka anda cukup menyirimkan air kepada bagian yang terkena Najis

jika terkena Najis Mutawassitah (Sedang) maka anda harus membersihkannya dengan air sehigga hilang bau, rasa dan warna akibat ditimbulkan oleh najis tersebut

jika anda terkena Najis Mughalladah (Berat), maka anda diwajibkan membasuhnya sebanyak 7 dengan air dan ditabah satu kali di gosok dengan tanah lalu siram sampai bersih dengan menggunak sabun

Demikianlah penjelasan tentang najis. Semoga bermanfaat. untuk lebih jelas tentang bab Tharoh